Minggu, 21 Oktober 2012

Garudaku



Di ufuk timur fajar menyingsing
Membangkitkan semangat yang tak pernah pupus
Bertemani bambu runcing dalam asa
‘Tuk meraih cita bersama
Dalam ambisi tak gentar hadapi lawan
Menggelorakan semangat di setiap penjuru
Demi Ibu Pertiwi engkau berjuang
Hingga titik darah penghabisan
Asamu terwujud sudah
Semangat juangmu terukir dalam jiwa
Putra-putri bangsa
Dengan do’a yang dipanjatkan
Kusematkan terima kasih di pusaramu

Bisikan Rindu



Fajar masih menyelimuti mimpi
Embun belum menghilang
Suara surau menggelitik kesunyian
Bersama tekad kau menembus segalanya
Mencari harap yang belum sirna
Telusuri fatamorgana yang tak berujung
Menggapai mimpi di ujung sana
Raut wajahmu pancarkan ketulusan
Usia meninggi lukiskan perjuangan
Diri, gelombang tak kau hiraukan
Pergi menjauh melalang buana
Mengepak sayap di udara
Jelajahi benua arungi samudera
Di gubuk reyot kami menunggumu
Bersama setitik harap
‘Tuk kembali ke dermaga lalu

Diam

Angin temani diamku
Sesak menimbun penuh
Secarik kertas membawaku pada cerita lalu
Benci, sesal, gundah membiarkanku
Sebaris semut menertawakan dari jauh
Inginku berteriak pada kehampaan
Berlari menjauh dari keheningan
Namun dusta melarang
Angin pun menjawab
Harapnya, kesunyian tak lagi mengenalnya
Memori usang...

Suara Hati




Bagaikan banjir gulung gemulung
Bagai topan seruh menderuh
Demikian rasa, datang semasa
Mengusik memecah kehampaan
Hening seketika berubah
Seolah membaca segala
Demikian rasa, datang semasa
Mengalir, menimbun, mendesak, mengepung
Memenuhi sukma dalam kesendirian
Ingin dusta nurani melarang
Berlari membisu angin menertawakan
Gundah menerjang bak ombak
Membawa segala pada sebuah dermaga
Kata pun tak dapat mewakilkan
Pelangi belum cukup melukiskan
Segala asa di hati

Gitar Berdasi



Deru kendaraan mengaung-ngaung dalam teriknya sang surya
Klakson  saling meneriaki diantara jutaan mata
Asap dan debu terbang di udara
Bebas lepas

Terdengar langkah tak beralas dari seberang
Si lugu memtiknya dengan piawai
Musik mengalun perlahan diantara celotehan manusia
Sebuah lagu dinyayikan

Sesak kurasa dalam diam
Amarah membuncah dalam kekecewaan
Hatiku menjerit dalam kesendirian
Benci inginku!

Kepala silih berganti
Ribuan dasi bertumpang kaki, santai
Bertemani koran berjalan dan pena mahal
Dengan segores kata, setumpuk kebahagiaan di depan mata

Seakan tirai membentang di hadapan
Mengaburkan pandangan hakiki
Patahkan saja gitarnya! Biar ramai
Agar tak ada lagi nurani yang bersembunyi

Jumat, 04 Mei 2012

Sang Maha Perencana

     Hanya sekedar berbagi pengalaman kepada kalian yang membaca blog saya tentunya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih udah mau singgah dan meluangkan waktu nya dengan mengunjungi blog ini. Blog yang isinya hanya coretan hidup yang saya alami.

    Setiap manusia pasti mempunyai dua hal yang tak bisa di hindarinya. Masalah dan takdir. Apa pun bentuknya. Keduanya berkaitan erat satu sama lain. Terkadang masalah datang bertubi-tubi pada kita, entah di saat yang baik atau pun buruk, telah membuat kita lelah untuk menghadapinya. Lelah untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Disaat itu pulalah terkadang kita beranggapan kalau 'Tuhan tidak Adil! Memberikan masalah yang bertubi-tubi, sedangkan jalan keluar belum juga kita temui', benarkah?

    Di satu sisi, masalah yang kita hadapi sebenarnya adalah takdir yang sudah Tuhan gariskan kepada setiap manusia. Yang sudah Tuhan rencanakan untuk kita masing-masing, sehingga terlalu sulit untuk kita, untuk mengatakan 'tidak' pada Tuhan, pada setiap masalah yang kita hadapi, dan pada takdir yang sudah Tuhan gariskan.

     Lalu, dimanakah letak masalahnya?
   
     Masalahnya ada pada diri kita. Semua masalah yang kita hadapi, apa pun bentuknya, dapat kita atasi-hadapi-selesaikan dengan baik, dan itu semua tergantung dari sisi mana kita melihat masalah yang kita hadapi. Apa pun bentuk masalahnya, sesulit apa pun, berusahalah tenang dalam menghadapinya. Percayalah, Tuhan selalu ada bersama kita. Dimana pun. Kapan pun. Karena Tuhan selalu tau yang terbaik untuk hambaNya. Percayalah. Tuhan tak pernah tidur dan meninggalkan kita sedetik pun. Ia terlalu sayang pada setiap hambaNya, kawan.
   
     Percaya atau tidak sama sekali?

    Jika kalian meminta setangkai bunga yang segar pada Tuhan, namun Ia hanya memberimu kaktus berduri, janganlah kecewa. Lalu kembali kau meminta padaNya hewan mungil nan cantik, lagi Tuhan hanya memberimu ulat yang berbulu. Janganlah bersedih. Karena, seiring dengan berjalannya waktu, kaktus akan berubah menjadi bunga yang sangat indah, dan ulat berbulu pun akan menjadi kupu-kupu yang cantik. Itulah jalan Tuhan, indah pada waktunya.

     So, apa pun yang terjadi pada kalian, ingatlah! Tuhan selalu bersama kalian. Jika hasilnya tak sesuai yang diharapkan, percayalah, Tuhan mempunyai rahasia yang entah kalian ketahui.

    Thank's.

   


Jumat, 16 Maret 2012

Birthday Poem

Kawan...

Ucapkanlah syukur pada Tuhanmu
Yang masih memberikan nafas
Panjatkanlah untaian do'a pada ibu bapakmu
Atas kesabarannya dalam mendidikmu

Lima belas tahun sudah
Kau melalang buana di bumi ini
Suka duka, senyum dan tangismu
Telah terlukis dalam kanvas putih itu

Kawan...
Petualangan kan segera dimulai
Ruang kehidupan kan kau pijak
Babak demi babak kan kau lalui

Kawan...
Tersenyumlah selalu atas nikmat yang Tuhan berikan
Tetaplah menjadi dirimu
Berikanlah yang terbaik untuk semua

Semoga...
Kau menjadi insan yang berguna
Kelak di kemudian hari

For My Heroes

Dalam temaram cahaya
Dalam heningnya suasana
Dalam dinginnya pagi
Kau menembus segalanya
Demi pengabdianmu

Kau bawa segenggam ilmu
Tuk memberi setitik harapan
Kepada generasi penerus

Engkau bagaikan cahaya kehidupan
Laksana bintang yang tak berhenti bersinar
Engkau bagaikan pelita
Laksana sang surya penerang kehidupan

Guru...
Pengorbananmu sungguh besar
Perjuanganmu tak dapat terlukiskan
Harapmu tak pernah pudar
Dan jasamu...
Takkan pernah terbalaskan sampai akhir masa

Nasihatmu kan selalu kuingat
Semangat patriotmu selalu berkobar dalam dada
Kesungguhan, ketulusan, dan kesabaranmu kan selalu ku kenang
Demi bekal untuk menyongsong hari depan
Yang lebih baik
Terima kasih, wahai guruku....

Kamis, 08 Maret 2012

Sebuah Memori

Teringat kembali sebuah cerita
Cerita kuno yang menarik
Indah
Penuh gelak tawa
Kebersamaan, persahabatan
Sebuah memori di masa lalu
Sebuah cerita pendek
Konyol, aneh
Namun, sekali indah
Terukir jelas dalam benak
Takkan terlupa
Kawan, masinh ingat kah kau?
Rindu kah kau?
Sudah terhapus kah dari memorimu?
Terkikis kah oleh waktu?
Hanya mengenang
Keindahan dan keluguan di masa lalu
Saat pertama berjumpa
Agar tak terkikis oleh ombak kehidupan

Sabtu, 11 Februari 2012

Senior High School in Jakarta

SMA 36

SMA 103

SMA 12

SMA 50

SMA 59

SMA 61

SMA 78

SMA 8

SMA 91